EXPLORE PERPUSTAKAAN

Explore Perpustakaan

Pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangankehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan.

Disini saya akan membahas lebih spesifik lagi mengenai perpustakaan yang ada di kampus saya yaitu universitas mercubuana. Disini memiliki sebuah perpustakaan yang cukup nyaman dengan ruangan yang bersih yang membuat mahasiswa yang datang berkunjung nyaman. Kegiatan yang terjadi disini yaitu pinjam dan mengembalikan buku. Ada beberapa petugas yang berjaga yang biasa disebut pustakawan ini bertugas untuk merapihkan buku sehingga buku-buku itu tersusun rapi di rak sesuai tempatnya sehingga mudah dicari. Menurut saya mereka juga ramah. Tetapi ada sedikit kritik dari mahasiswa yang saya wawancarai yaitu terkait dengan internet”mungkin wifi nya diperbaiki supaya tidak lemot ya” ujar salah satu mahasiswa. Dan menurut saya perpustakaan juga perlu diperluas lagi karena pada saat saya berkunjung tempat duduk yang ada itu penuh sehingga saya tidak bisa duduk. Tidak hanya tempat meminjam buku saja disini juga sering terdapat bebrapa mahasiswa yang mengerjakan tugas akhirnya/skripsi.

3. LIMA TOPIK BERITA DALAM SITUS WEB SAYA

PROSES TERJADINYA KESEPAKATAN YANG MELAHIRKAN ATURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI CIKAL BAKAL LAHIRNYA HUKUM

PROSES TERJADINYA KESEPAKATAN YANG MELAHIRKAN ATURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI CIKAL BAKAL LAHIRNYA HUKUM

Asal mula terjadinya kesepakatan yang berkembang menjadi sebuah norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalammenjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompokagar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan.

Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan memperoleh hukuman. Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan.

Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya, aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisis tata tertib, aturan, dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar.

Tingkatan norma sosial

Cara (usage)

Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus.

Contoh: cara makan yang wajar dan baik apabila tidak mengeluarkan suara seperti hewan.

Kebiasaan (folkways)

Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar.

Contoh: Memberi hadiah kepada orang-orang yang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju yang bagus pada waktu pesta. kesopanan dalam berperilaku / berpenampilan sopan

Tata kelakuan (mores)

Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan.

Contoh: Melarang pembunuhan, pemerkosaan, atau menikahi saudara kandung.

Adat istiadat (custom)

Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.

Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakatterhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.

Hingga saat ini, belum ada kesepahaman dari para ahli mengenai pengertian hukum. Telah banyak para ahli dan sarjana hukum yang mencoba untuk memberikan pengertian atau definisi hukum, namun belum ada satupun ahli atau sarjana hukum yang mampu memberikan pengertian hukum yang dapat diterima oleh semua pihak. Ketiadaan definisi hukum yang dapat diterima oleh seluruh pakar dan ahli hukum pada gilirannya memutasi adanya permasalahan mengenai ketidaksepahaman dalam definisi hukum menjadi mungkinkah hukum didefinisikan atau mungkinkah kita membuat definisi hukum? Lalu berkembang lagi menjadi perlukah kita mendefinisikan hukum?

Ketiadaan definisi hukum jelas menjadi kendala bagi mereka yang baru saja ingin mempelajari ilmu hukum. Tentu saja dibutuhkan pemahaman awal atau pengertian hukum secara umum sebelum memulai untuk mempelajari apa itu hukum dengan berbagai macam aspeknya. Bagi masyarakat awam pengertian hukum itu tidak begitu penting. Lebih penting penegakannya dan perlindungan hukum yang diberikan kepada masyarakat. Namun, bagi mereka yang ingin mendalami lebih lanjut soal hukum, tentu saja perlu untuk mengetahui pengertian hukum. Secara umum, rumusan pengertian hukumsetidaknya mengandung beberapa unsur sebagai berikut:

Hukum mengatur tingkah laku atau tindakan manusia dalam masyarakat. Peraturan berisikan perintah dan larangan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur perilaku manusia agar tidak bersinggungan dan merugikan kepentingan umum.

Peraturan hukum ditetapkan oleh lembaga  atau badan yang berwenang untuk itu. Peraturan hukum tidak dibuat oleh setiap orang melainkan oleh lembaga atau badan yang memang memiliki kewenangan untuk menetapkan suatu aturan yang bersifat mengikat bagi masyarakat luas.

Penegakan aturan hukum bersifat memaksa. Peraturan hukum dibuat bukan untuk dilanggar namun untuk dipatuhi. Untuk menegakkannya diatur pula mengenai aparat yang berwenang untuk mengawasi dan menegakkannya sekalipun dengan tindakan yang represif. Meski demikian, terdapat pulanorma hukum yang bersifat fakultatif/melengkapi.

Hukum memliki sanksi dan setiap pelanggaran atau perbuatan melawan hukum akan dikenakan sanksi yang tegas. Sanksi juga diatur dalam peraturan hukum.

CONTOH KASUS PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN

Penyalahgunaan  kekuasaan dan kewenangan menjadi topik terhangat akhir- akhir ini,  kasus yang paling sering kita dengar adalah “kasus korupsi” yang melibatkan pejabat – pejabat negeri ini,  dimana mereka yang melakukan korupsi ini meggunakan kekuasaanya ataupun jabatanya untuk memperkaya diri sendiri. Hal yang paling  mengejutkan  diakhir tahun 2013 ini yaitu  Kasus tertangkapnya Akil Mochtar oleh KPK dimana dia telah menyalah gunakan kekuasaanya dan kewenanganya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri maupun orang-orang yang dekat dengannya dan kasus ini bisa dikatakan sebagai Puncak kasus korupsi diindonesia karena seperti yang kita tahu Mahkama konsitusi (MK) Lembaga hukum tertinggi di indonesia.

Ada sebuah pendapat yang mengemukakan bahwa Pelanggaran hukum yang dilakukan oleh penguasa atau para pejabat negara terjadi dengan adanya kesalahan kebijakan dan kekuasaan terhadap rakyatnya. John E.E Dalberg alias Lord Acton (1834–1902), sejarahwan Inggris mengatakan, “kekuasaan cenderung korup (jahat) dan kekuasaan mutlak paling jahat”. (“power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely”).  Menurut saya itu bisa dibenerkan karena biasanya penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) seperti korupsi ini dilakukan oleh para penguasa atau orang yang memiliki kekuasaan  diamana dia cenderung menggunakan kesempatan untuk menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan manakala berada pada posisi yang memungkinkan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain & bersifat merugikan perekonomian negara atau keuangan negara.

Pada masa sekarang ini hampir setiap hari baik di media massa baik media cetak maupun media elektronik selalu  memberitakan korupsi. Saat satu orang di hukum, satu lagi tertangkap, satu lagi jadi tersangka. Korupsi itu ibarat sebuah siklus yang tak pernah mati, iya mati satu tumbuh seribu dan kasus korupsi ini hampir terdapat di semua lembaga / kementrian yang ada di  negera indonesia ini  salah satu contohnya  kasus korupsi “Hambalang”  yang menyeret Mentrei Pemuda dan Olahraga kita Andi Malarangeng , Nazarudin dan anggota DPR yaitu Angelina Sondak  dimana pada kasus ini di duga mereka telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara. Perbuatan melawan hukum yang dilakukan terkait dengan pengadaan dan pembangunan sarana prasarana pusat pelatihan olahraga Hambalang merugikan negara hingga  Rp 463,66 miliar .

Jadi dengan contoh kasus tadi dapat kita katakan penyalah gunaan kekuasaan berupa korupsi di indonesia sangat merajalela dan sangat sulit dihilangkan karena sudah mengakar,  dimana korupsi ini tidak hanya dilakukan oleh para elite pejabat saja tetapi juga oleh kalangan menengah kebawah. Banyaknya kasus korupsi ini, menyadarkan kita bahwa terjadi kemunduran moral bangsa. Dan tahun 2012 negara kita mendapat gelar negara terkorup didunia, seharusnya kita malu dengan julukan seperti itu, dan pada saat ini pemerintah juga sudah membuat suatu badan penanggulangan korupsi  yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) . Lembaga ini tergolong merupakan lembaga yang masih baru di banding lembaga sebelumnya seperti Kepolisian ataupun Kejaksaan yang di nilai kurang efesien dalam menangani tindak pidana korupsi.

Oleh sebab itu sebagai penerus bangsa, generasi muda perlu ditanamkan sejak dini tentang apa itu “korupsi” dan apa dampak yang dirasakan oleh negara itu apabila korupsi sudah semakin meningkat nantinya dan agar bangsa ini dapat diselamatkan juga untuk mengurangi tingkat korupsi itu sendiri pada akhirnya, dan  agar generasi-genarasi muda  nantinya  tidak melakukan korupsi, serta meningkatkan kinerja lembaga-lembaga yang telah di percaya oleh rakyat agar dapat merubah citra bangsa dari negara “terkorup di dunia”.

PENGERTIAN BUDAYA LOKAL DAN MODERNISASI

  1. PENGERTIAN BUDAYA LOKAL

Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.

Budaya secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :

  1. Budaya Daerahadalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk – penduduk yang lain. Budaya daerah sendiri mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan – kerajaan terdahulu. Itu dapat dilihat dari cara hidup dan interaksi sosial yang dilakukan masing-masing masyarakat kerajaan di Indonesia yang berbeda satu sama lain. Dari bermacam=macam budaya daerah tersebut maka munculah sesuatu yang disebut Budaya Nasional
  2. Budaya Nasionaladalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut. Itu dimaksudkan budaya daerah yang mengalami asimilasi dan akulturasi dengan dareah lain di suatu Negara akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan dari Negara tersebut. Misalkan daerah satu dengan yang lain memang berbeda, tetapi jika dapat menyatukan perbedaan tersebut maka akan terjadi budaya nasional yang kuat yang bisa berlaku di semua daerah di Negara tersebut walaupun tidak semuanya dan juga tidak mengesampingkan budaya daerah tersebut. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara, Bahasa Indonesia dan Lagu Kebangsaan yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 12 Oktober 1928 yang diikuti oleh seluruh pemuda berbagai daerah di Indonesia yang membulatkan tekad untuk menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir bahwa Indonesia memang berbeda budaya tiap daerahnya tetapi tetap dalam satu kesatuan Indonesia Raya dalam semboyan “bhineka tunggal ika”.

Kita harus selalu menjaga, melindungi dan melestarikan budaya daerah maupun budaya nasional kita agar tak diambil dan dilecehkan oleh negara lain, siapa lagi kalau bukan kita yang menjunjung budaya kita

  1. PENGERTIAN MODERNISASI

Modernisasi dalam ilmu sosial merujuk pada sebuah bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur.

Wilbert E Moore yang menyebutkan modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri Negara barat yang stabil. Sementara menurut J W School, modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.

Diungkapkan pula modernisasi merupakan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sekarang ini. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi betul-betul dirasakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil.

Syarat Modernisasi

  • Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut :
  • Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
  • Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
  • Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  • Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
  • Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
  • Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

DAMPAK GLOBALISASI DAN INDUSTRIALISASI TERHADAP DUNIA TERUTAMA NEGARA BERKEMBANG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP INDONESIA BESERTA CONTOH KASUS

  1. DAMPAK GLOBALISASI DAN INDUSTRIALISASI YANG MELANDA DUNIA TERUTAMA NEGARA BERKEMBANG SEPERTI INDONESIA

Globalisasi merupakan suatu gejala yang melanda hampir seluruh negara didunia. Dampak globalisasi terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk bidang ekonomi. Tidak dapat dipungkiri kalau globalisasi merupakan salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dampak globalisasi di bidang ekonomi dapat dibedakan menjadi dampak positif dan negatif. Beberapa dampak positif globalisasi ekonomi diantaranya adalah, meningkatkan produksi global, selain itu globalisasi ekonomi juga dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara. Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Globalisasi ekonomi juga dapat meluaskan pasar untuk produk dalam luar negri. Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri. Dampak positif globalisasi ekonomi lainnya adalah Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik. Selanjutnya, globalisasi ekonomi akan Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.

Industrialisasi secara implisit disebutkan oleh Taryono ( 1997 ), sebagai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi maju dalam proses produksi, yang bukan hanya menuntut tenaga kerja terampil dan ahli tetapi juga modal yang besar dan pengelolaan yang intensif. Menurut Pangestu,  Atje, dan  et.all ( 1996 ), industrialisasi merupakan proses interaksi antara pembangunan teknologi, spesialisasi, dan perdagangan yang pada akhirnya mendorong perubahan struktur ekonomi.

Dampak negatif globalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah, Menghambat pertumbuhan sektor industri. Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat. Dampak lainnya adalah memperburuk neraca pembayaran. Selanjutnya, Sektor keuangan semakin tidak stabil. Globalisasi ekonomi juga Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dampak-dampak inilah yang terjadi pada perekonomian negara-negara di Asia Selatan. Sebagian negara merasakan dampak positif globalisasi, tetapi sebagiannya merasakan dampak negatif globalisasi. Secara umum negara-negara Asia selatan dapat dikatakan bahwa perekonomiannya meningkat khususnya di Negara India. Adanya kekayaan alam, sumber daya manusia yang semakin meningkat dan alat-alat tegnologi baru  yang diciptakan negara ini membuat negara-negara lain tertarik melakukan kerjasama atau hubungan diplomatik dengan negara ini, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat pada negara ini.

  1. CONTOH KASUS

Ekspor mulai panas menghadapi krisis keuangan global sejak Januari 2009 dan kontraksi permintaan global telah memperburuk kontraksi ekspor. Ekspor menyaksikan fraksional pertumbuhan negatif 0,1 persen – turun dari $ 13432000000 tahun lalu menjadi $ 13414000000 pada bulan Juli-Maret 2008-09. Namun, ekspor turun 25,9 persen pada Maret 2009 dibandingkan Maret 2008 yang benar-benar mengkhawatirkan hal untuk Ekonomi.

Pakistan industri TI. Teknologi Informasi (TI) dan IT-enabled jasa (ITES) pasar menawarkan kesempatan yang menguntungkan bagi negara berkembang untuk bergabung dengan barisan negara maju. Skala dan laju pertumbuhan di sektor ini lebih cepat dari sektor industri lainnya, dan sejumlah negara berkembang sedang berusaha untuk meniru keberhasilan dinikmati oleh negara-negara seperti Cina, Thailand dan India. Industri tekstil yang tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor sekali lagi digambarkan kinerja lamban dan terdaftar pertumbuhan negatif sebesar 7,6%.

Investasi langsung asing (FDI) mencapai $ 3042100000 selama bulan Juli-Maret 2008-09 sebagai terhadap $ 3305900000 pada periode dibandingkan tahun lalu, sehingga, menggambarkan penurunan sebesar 8,0 persen. Kelompok komunikasi mempelopori arus masuk FDI dengan saham 26,5% FDI secara keseluruhan dan diikuti oleh bisnis keuangan (22,1%) dan eksplorasi minyak dan gas (18,3%).

FUNGSI BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN SESUAI HARAPAN PEMERINTAH UU RI NO TAHUN 1998 TANGGAL 10 NOVEMBER 1998 BESERTA CONTOH BAGAIMANA KAUM KAPITALIS MEMANFAATKAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEREBUT ASET MASYARAKAT

  1. FUNGSI BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN MENURUT UU RI NO 10 TAHUN 1998 TANGGAL 10 NOVEMBER 1998

Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan girotabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:

  1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
  2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
  3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).
  4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
  5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.

  1. CONTOH BAGAIMANA KAUM KAPITALIS MEMANFAATKAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN MEREBUT ASET MASYARAKAT

Krisis kapitalisme sekarang jauh lebih “dahsyat” dibanding krisis tahun 1930-an. Krisis ini tidak semata krisis sektor finansial. Dimensi keuangan hanyalah “gunung es” dari krisis inheren yang sudah lama mengendap di dalam sistem kapitalisme itu sendiri. Krisis ini merupakan krisis bermuasal dari problem akumulasi dan reproduksi kapital dalam ekonomi nyata (real).

Dalam beberapa puluh tahun terakhir, kapitalisme telah mencapai tingkat sentralisasi kapital yang tak bisa dibandingkan dengan era-era sebelumnya. Ini ditandai oleh berkuasanya 500-an oligopoli yang mengontrol setiap produksi dan organisasi pertukaran di seluruh dunia. Ada dua gejala dominan di sini: (1) kapital finansial menjadi penggerak utama ekonomi global, dan (2) krisis kelebihan produksi dalam ekonomi real.

Para oligopoli ini memegang kekuasaan luar biasa, baik secara ekonomi maupun politik di hampir seluruh dunia. Mereka pula yang berkontribusi menggeser perekonomian dunia dari ekonomi nyata menjadi finansialisasi. Cara ini sangat menguntungkan bagi para oligopoli tersebut.

Masalahnya, finansialisasi tidak menciptakan nilai baru. Ia hanya bermain-main pada modus spekulasi. Hanya industri, pertanian, perbankan, perdagangan dan jasa yang menciptakan nilai baru. Inilah yang menjelaskan mengapa ekonomi global selalu berhadapan dengan “gelembung”. Ini pula yang menjelaskan pecahnya gelembung kredit perumahan di Amerika Serikat.

Namun, di balik krisis finansial ini, terjadi pula krisis yang jauh lebih parah di sektor real: jatuhnya upah, bertambahnya pengangguran, peningkatan utang rumah tangga, dan lain-lain. Dunia pun jatuh dalam krisis mendalam: bank kolaps, pemerintah menggunakan dana publik untuk membailout bank-bank, rakyat kehilangan pekerjaan, anggaran layanan sosial dipangkas, harga pangan dan sembako meroket, lalu letupan sosial di berbagai tempat.

Respon Terhadap Krisis

Krisis ini makin mendalam dan meluas. Krisis sekarang tak sebatas hanya satu dimensi—misalnya, finansial saja—tetapi berdimensi luas (krisis sektor real, krisis pangan, ekologi, dan lain-lain). Geografi krisis juga makin meluas: krisis sudah mengamuk di sejumlah negara di Eropa (Yunani, Portugal, Italia, Spanyol, dan lain-lain).

Merespon laju krisis yang terus menderu-deru bak lokomotif, pemerintah negara kapitalis maju berada di dua pilihan: stimulus atau penghematan. Yang kedua ini yang paling banyak diadopsi—atas anjuran troika (IMF, Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa).

Dampak Krisis

Kebijakan penghematan telah memicu perlawanan rakyat di seluruh Eropa—Perancis, Italia, Inggris, Yunani, Spanyol, Portugal, dan lain-lain. Di Spanyol, muncul gerakan yang disebut “kaum amarah” (Los Indignados). Di Amerika Serikat muncul gerakan “Duduki Wall Street (Occupy Wall Street) yang segera menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Selain itu, kebijakan penghematan juga telah memicu perubahan politik di Eropa. Setidaknya sudah ada 11 pemerintahan yang terguling atau gagal melanjutkan jabatannya karena tak sanggup menanggulangi krisis. Selain itu, kita juga menyaksikan perubahan politik sejumlah negara Eropa yang condong ke kiri-tengah. Di Perancis, kandidat dari partai kiri-tengah (Sosialis), François Hollande, memenangkan pemilu. Di Yunani, koalisi kiri radikal—Syriza—berhasil meraih tempat kedua dalam pemilu (padahal partai ini baru berdiri di tahun 2001 lalu).

Krisis telah membawa konsekuensi: di satu sisi, terjadi penurunan pengaruh dan hegemoni AS di tingkat global. Sedangkan, pada sisi lain, terjadi kebangkitan kekuatan ekonomi baru (Tiongkok, India, Brazil, Afrika Selatan, dan lain-lain). Fenomena ini mendorong pergeseran dunia dari tata-dunia unipolar menjadi sedikit multi-polar.

CONTOH KASUS

Dalam dunia yang sudah terglobalisasi dan terkoneksi satu sama lain, krisis yang menyerang suatu negara dengan sendirinya, baik langsung maupun tidak langsung, akan menyebrang dan mempengaruhi ekonomi negara lain.

Apalagi jika yang krisis adalah induk kapitalisme global, yaitu Amerika serikat dan Eropa, tentu akan membawa pengaruh di negara-negara lain di dunia. Pendek kata, ‘jika Amerika bersin, maka bukan cuma airnya yang terkena ke muka kita, tapi juga penyakit demamnya.’

Bagi Samsul Hadi, dampak krisis global yang sudah mulai terasa di Indonesia adalah turunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 5%. “Itu berarti ada penurunan transaksi, ada pelarian atau penarikan modal.

Hanya saja, sektor finansial ini, jika mengacu pada data Kompas, hanya dimasuki 311.000 pemain. Artinya, sektor ini tidak berhubungan langsung dengan rakyat jelata.

Di mata Samsul Hadi, ancaman nyata terhadap ekonomi nasional justru berasal dari dampak kerjasama FTA dengan China. “Sektor industri kehilangan 20% lapangan kerja, kapasitas produksi nasional menurun 25%,” ungkapnya.

Data Investor Daily, yang dikutip oleh Samsul Hadi, menyebutkan, hanya empat bulan setelah FTA dengan China diberlakukan, impor mainan anak-anak dari China meningkat 952%. Kemudian impor tekstil meningkat menjadi 225%. Ini berarti meningkatnya kehilangan pekerjaan atau pengangguran.

Dengan mengutip ekonom Belanda di masa lalu, Samsul Hadi menjelaskan soal dualisme ekonomi Indonesia: (1) ekonomi yang terkoneksi dengan kapitalisme global, dan (2) ekonomi rakyat yang subsisten.

Ini masih nampak sampai sekarang, seperti konfigurasi segelintir orang yang sangat kaya dan bermain di pasar finansial dan 75% rakyat Indonesia yang hidup di sektor informal. “Sektor informal ini sudah sangat terbiasa untuk cari cara sendiri untuk hidup,” tegasnya.

Dampak lainnya adalah turunnya ekspor Indonesia, khususnya untuk Amerika Serikat dan Eropa. Akan tetapi, jika bercermin kepada pengalaman krisis ekonomi 2008, dampaknya tidak terlalu terasa kepada rakyat banyak.

Penyebabnya: penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rakyat sebesar 57%. Artinya, kata Samsul Hadi, rakyat banyak tidak terlalu terkena dampak krisis ekonomi global 2008.

Itulah mengapa, dalam derajat tertentu, krisis kapitalisme global tidak serta-merta membawa dampak seketika terhadap rakyat Indonesia.

PENGERTIAN HUKUM PASAR MENURUT TEORI DAN FENOMENA PERTUMBUHAN PASAR MODERN BESERTA PENGARUHNYA TERHADAP PASAR TRADISIONAL

  1. PENGERTIAN HUKUM PASAR MENURUT TEORI

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.

Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

2. SEMBILAN URUTAN MEMBUAT BLOG WORDPRESS

Tata cara membuat blog di wordpress.com
1. Buka http ://wordpress.com

  1. Muncul “Get Started” lalu klik
    Masukkan email anda yang aktif
    Pilih nama blog yang sesuai , contoh :
    https://coretanvenus.wordpress.com/
    3. Pilih tema dan aktifasi blog
    Pilih “dashboard”
    Pilih “appearance” lalu “themes” kemudian pilih tema yang kita inginkan
    4. Membuat judul blog
    Klik “appearance” lalu “customize”
    Tentukan “site title” dan “tagline”
    5. Upload header picture
    Klik “appearance” lalu “customize” lalu “header”
    6. Membuat halaman/page
    Klik “pages” lalu “all pages”
    Klik “add new”
    7. Mengatur widget
    Klik “appearance” lalu “widget”
    Drag widget yang kita inginkan ke kolom primary sidebar
    8. Membuat news/berita
    Klik “posts” lalu “add news”
    9. Upload foto di news
    Klik “add media” lalu “upload files”
    Klik “select files” lalu “insert into post”
    10. Mengatur posisi gambar
    Klik pada gambar yang telah di upload
    Kemudian klik “toolbar toggle” .

PROSES TERJADINYA KESEPAKATAN YANG MELAHIRKAN ATURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI CIKAL BAKAL LAHIRNYA HUKUM

PROSES TERJADINYA KESEPAKATAN YANG MELAHIRKAN ATURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI CIKAL BAKAL LAHIRNYA HUKUM

Asal mula terjadinya kesepakatan yang berkembang menjadi sebuah norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompokagar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan.

Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan memperoleh hukuman. Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan.

Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya, aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisis tata tertib, aturan, dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar.

Tingkatan norma sosial

Cara (usage)

Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus.

Contoh: cara makan yang wajar dan baik apabila tidak mengeluarkan suara seperti hewan.

Kebiasaan (folkways)

Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar.

Contoh: Memberi hadiah kepada orang-orang yang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju yang bagus pada waktu pesta. kesopanan dalam berperilaku / berpenampilan sopan

Tata kelakuan (mores)

Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan.

Contoh: Melarang pembunuhan, pemerkosaan, atau menikahi saudara kandung.

Adat istiadat (custom)

Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.

Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakatterhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.

Hingga saat ini, belum ada kesepahaman dari para ahli mengenai pengertian hukum. Telah banyak para ahli dan sarjana hukum yang mencoba untuk memberikan pengertian atau definisi hukum, namun belum ada satupun ahli atau sarjana hukum yang mampu memberikan pengertian hukum yang dapat diterima oleh semua pihak. Ketiadaan definisi hukum yang dapat diterima oleh seluruh pakar dan ahli hukum pada gilirannya memutasi adanya permasalahan mengenai ketidaksepahaman dalam definisi hukum menjadi mungkinkah hukum didefinisikan atau mungkinkah kita membuat definisi hukum? Lalu berkembang lagi menjadi perlukah kita mendefinisikan hukum?

Ketiadaan definisi hukum jelas menjadi kendala bagi mereka yang baru saja ingin mempelajari ilmu hukum. Tentu saja dibutuhkan pemahaman awal atau pengertian hukum secara umum sebelum memulai untuk mempelajari apa itu hukum dengan berbagai macam aspeknya. Bagi masyarakat awam pengertian hukum itu tidak begitu penting. Lebih penting penegakannya dan perlindungan hukum yang diberikan kepada masyarakat. Namun, bagi mereka yang ingin mendalami lebih lanjut soal hukum, tentu saja perlu untuk mengetahui pengertian hukum. Secara umum, rumusan pengertian hukumsetidaknya mengandung beberapa unsur sebagai berikut:

Hukum mengatur tingkah laku atau tindakan manusia dalam masyarakat. Peraturan berisikan perintah dan larangan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur perilaku manusia agar tidak bersinggungan dan merugikan kepentingan umum.

Peraturan hukum ditetapkan oleh lembaga  atau badan yang berwenang untuk itu. Peraturan hukum tidak dibuat oleh setiap orang melainkan oleh lembaga atau badan yang memang memiliki kewenangan untuk menetapkan suatu aturan yang bersifat mengikat bagi masyarakat luas.

Penegakan aturan hukum bersifat memaksa. Peraturan hukum dibuat bukan untuk dilanggar namun untuk dipatuhi. Untuk menegakkannya diatur pula mengenai aparat yang berwenang untuk mengawasi dan menegakkannya sekalipun dengan tindakan yang represif. Meski demikian, terdapat pulanorma hukum yang bersifat fakultatif/melengkapi.

Hukum memliki sanksi dan setiap pelanggaran atau perbuatan melawan hukum akan dikenakan sanksi yang tegas. Sanksi juga diatur dalam peraturan hukum.

CONTOH KASUS PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN

Penyalahgunaan  kekuasaan dan kewenangan menjadi topik terhangat akhir- akhir ini,  kasus yang paling sering kita dengar adalah “kasus korupsi” yang melibatkan pejabat – pejabat negeri ini,  dimana mereka yang melakukan korupsi ini meggunakan kekuasaanya ataupun jabatanya untuk memperkaya diri sendiri. Hal yang paling  mengejutkan  diakhir tahun 2013 ini yaitu  Kasus tertangkapnya Akil Mochtar oleh KPK dimana dia telah menyalah gunakan kekuasaanya dan kewenanganya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri maupun orang-orang yang dekat dengannya dan kasus ini bisa dikatakan sebagai Puncak kasus korupsi diindonesia karena seperti yang kita tahu Mahkama konsitusi (MK) Lembaga hukum tertinggi di indonesia.

Ada sebuah pendapat yang mengemukakan bahwa Pelanggaran hukum yang dilakukan oleh penguasa atau para pejabat negara terjadi dengan adanya kesalahan kebijakan dan kekuasaan terhadap rakyatnya. John E.E Dalberg alias Lord Acton (1834–1902), sejarahwan Inggris mengatakan, “kekuasaan cenderung korup (jahat) dan kekuasaan mutlak paling jahat”. (“power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely”).  Menurut saya itu bisa dibenerkan karena biasanya penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) seperti korupsi ini dilakukan oleh para penguasa atau orang yang memiliki kekuasaan  diamana dia cenderung menggunakan kesempatan untuk menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan manakala berada pada posisi yang memungkinkan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain & bersifat merugikan perekonomian negara atau keuangan negara.

Pada masa sekarang ini hampir setiap hari baik di media massa baik media cetak maupun media elektronik selalu  memberitakan korupsi. Saat satu orang di hukum, satu lagi tertangkap, satu lagi jadi tersangka. Korupsi itu ibarat sebuah siklus yang tak pernah mati, iya mati satu tumbuh seribu dan kasus korupsi ini hampir terdapat di semua lembaga / kementrian yang ada di  negera indonesia ini  salah satu contohnya  kasus korupsi “Hambalang”  yang menyeret Mentrei Pemuda dan Olahraga kita Andi Malarangeng , Nazarudin dan anggota DPR yaitu Angelina Sondak  dimana pada kasus ini di duga mereka telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara. Perbuatan melawan hukum yang dilakukan terkait dengan pengadaan dan pembangunan sarana prasarana pusat pelatihan olahraga Hambalang merugikan negara hingga  Rp 463,66 miliar .

Jadi dengan contoh kasus tadi dapat kita katakan penyalah gunaan kekuasaan berupa korupsi di indonesia sangat merajalela dan sangat sulit dihilangkan karena sudah mengakar,  dimana korupsi ini tidak hanya dilakukan oleh para elite pejabat saja tetapi juga oleh kalangan menengah kebawah. Banyaknya kasus korupsi ini, menyadarkan kita bahwa terjadi kemunduran moral bangsa. Dan tahun 2012 negara kita mendapat gelar negara terkorup didunia, seharusnya kita malu dengan julukan seperti itu, dan pada saat ini pemerintah juga sudah membuat suatu badan penanggulangan korupsi  yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) . Lembaga ini tergolong merupakan lembaga yang masih baru di banding lembaga sebelumnya seperti Kepolisian ataupun Kejaksaan yang di nilai kurang efesien dalam menangani tindak pidana korupsi.

Oleh sebab itu sebagai penerus bangsa, generasi muda perlu ditanamkan sejak dini tentang apa itu “korupsi” dan apa dampak yang dirasakan oleh negara itu apabila korupsi sudah semakin meningkat nantinya dan agar bangsa ini dapat diselamatkan juga untuk mengurangi tingkat korupsi itu sendiri pada akhirnya, dan  agar generasi-genarasi muda  nantinya  tidak melakukan korupsi, serta meningkatkan kinerja lembaga-lembaga yang telah di percaya oleh rakyat agar dapat merubah citra bangsa dari negara “terkorup di dunia”.

PENGERTIAN BUDAYA LOKAL DAN MODERNISASI

  1. PENGERTIAN BUDAYA LOKAL

Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.

Budaya secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :

  1. Budaya Daerahadalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk – penduduk yang lain. Budaya daerah sendiri mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan – kerajaan terdahulu. Itu dapat dilihat dari cara hidup dan interaksi sosial yang dilakukan masing-masing masyarakat kerajaan di Indonesia yang berbeda satu sama lain. Dari bermacam=macam budaya daerah tersebut maka munculah sesuatu yang disebut Budaya Nasional
  2. Budaya Nasionaladalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut. Itu dimaksudkan budaya daerah yang mengalami asimilasi dan akulturasi dengan dareah lain di suatu Negara akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan dari Negara tersebut. Misalkan daerah satu dengan yang lain memang berbeda, tetapi jika dapat menyatukan perbedaan tersebut maka akan terjadi budaya nasional yang kuat yang bisa berlaku di semua daerah di Negara tersebut walaupun tidak semuanya dan juga tidak mengesampingkan budaya daerah tersebut. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara, Bahasa Indonesia dan Lagu Kebangsaan yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 12 Oktober 1928 yang diikuti oleh seluruh pemuda berbagai daerah di Indonesia yang membulatkan tekad untuk menyatukan Indonesia dengan menyamakan pola pikir bahwa Indonesia memang berbeda budaya tiap daerahnya tetapi tetap dalam satu kesatuan Indonesia Raya dalam semboyan “bhineka tunggal ika”.

Kita harus selalu menjaga, melindungi dan melestarikan budaya daerah maupun budaya nasional kita agar tak diambil dan dilecehkan oleh negara lain, siapa lagi kalau bukan kita yang menjunjung budaya kita

  1. PENGERTIAN MODERNISASI

Modernisasi dalam ilmu sosial merujuk pada sebuah bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur.

Wilbert E Moore yang menyebutkan modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri Negara barat yang stabil. Sementara menurut J W School, modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.

Diungkapkan pula modernisasi merupakan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sekarang ini. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi betul-betul dirasakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil.

Syarat Modernisasi

  • Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut :
  • Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
  • Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
  • Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  • Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
  • Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
  • Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

DAMPAK GLOBALISASI DAN INDUSTRIALISASI TERHADAP DUNIA TERUTAMA NEGARA BERKEMBANG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP INDONESIA BESERTA CONTOH KASUS

  1. DAMPAK GLOBALISASI DAN INDUSTRIALISASI YANG MELANDA DUNIA TERUTAMA NEGARA BERKEMBANG SEPERTI INDONESIA

Globalisasi merupakan suatu gejala yang melanda hampir seluruh negara didunia. Dampak globalisasi terjadi di semua bidang kehidupan, termasuk bidang ekonomi. Tidak dapat dipungkiri kalau globalisasi merupakan salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dampak globalisasi di bidang ekonomi dapat dibedakan menjadi dampak positif dan negatif. Beberapa dampak positif globalisasi ekonomi diantaranya adalah, meningkatkan produksi global, selain itu globalisasi ekonomi juga dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara. Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Globalisasi ekonomi juga dapat meluaskan pasar untuk produk dalam luar negri. Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri. Dampak positif globalisasi ekonomi lainnya adalah Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik. Selanjutnya, globalisasi ekonomi akan Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.

Industrialisasi secara implisit disebutkan oleh Taryono ( 1997 ), sebagai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi maju dalam proses produksi, yang bukan hanya menuntut tenaga kerja terampil dan ahli tetapi juga modal yang besar dan pengelolaan yang intensif. Menurut Pangestu,  Atje, dan  et.all ( 1996 ), industrialisasi merupakan proses interaksi antara pembangunan teknologi, spesialisasi, dan perdagangan yang pada akhirnya mendorong perubahan struktur ekonomi.

Dampak negatif globalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah, Menghambat pertumbuhan sektor industri. Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat. Dampak lainnya adalah memperburuk neraca pembayaran. Selanjutnya, Sektor keuangan semakin tidak stabil. Globalisasi ekonomi juga Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dampak-dampak inilah yang terjadi pada perekonomian negara-negara di Asia Selatan. Sebagian negara merasakan dampak positif globalisasi, tetapi sebagiannya merasakan dampak negatif globalisasi. Secara umum negara-negara Asia selatan dapat dikatakan bahwa perekonomiannya meningkat khususnya di Negara India. Adanya kekayaan alam, sumber daya manusia yang semakin meningkat dan alat-alat tegnologi baru  yang diciptakan negara ini membuat negara-negara lain tertarik melakukan kerjasama atau hubungan diplomatik dengan negara ini, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat pada negara ini.

  1. CONTOH KASUS

Ekspor mulai panas menghadapi krisis keuangan global sejak Januari 2009 dan kontraksi permintaan global telah memperburuk kontraksi ekspor. Ekspor menyaksikan fraksional pertumbuhan negatif 0,1 persen – turun dari $ 13432000000 tahun lalu menjadi $ 13414000000 pada bulan Juli-Maret 2008-09. Namun, ekspor turun 25,9 persen pada Maret 2009 dibandingkan Maret 2008 yang benar-benar mengkhawatirkan hal untuk Ekonomi.

Pakistan industri TI. Teknologi Informasi (TI) dan IT-enabled jasa (ITES) pasar menawarkan kesempatan yang menguntungkan bagi negara berkembang untuk bergabung dengan barisan negara maju. Skala dan laju pertumbuhan di sektor ini lebih cepat dari sektor industri lainnya, dan sejumlah negara berkembang sedang berusaha untuk meniru keberhasilan dinikmati oleh negara-negara seperti Cina, Thailand dan India. Industri tekstil yang tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor sekali lagi digambarkan kinerja lamban dan terdaftar pertumbuhan negatif sebesar 7,6%.

Investasi langsung asing (FDI) mencapai $ 3042100000 selama bulan Juli-Maret 2008-09 sebagai terhadap $ 3305900000 pada periode dibandingkan tahun lalu, sehingga, menggambarkan penurunan sebesar 8,0 persen. Kelompok komunikasi mempelopori arus masuk FDI dengan saham 26,5% FDI secara keseluruhan dan diikuti oleh bisnis keuangan (22,1%) dan eksplorasi minyak dan gas (18,3%).

FUNGSI BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN SESUAI HARAPAN PEMERINTAH UU RI NO TAHUN 1998 TANGGAL 10 NOVEMBER 1998 BESERTA CONTOH BAGAIMANA KAUM KAPITALIS MEMANFAATKAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEREBUT ASET MASYARAKAT

  1. FUNGSI BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN MENURUT UU RI NO 10 TAHUN 1998 TANGGAL 10 NOVEMBER 1998

Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan girotabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:

  1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
  2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
  3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).
  4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
  5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.

  1. CONTOH BAGAIMANA KAUM KAPITALIS MEMANFAATKAN BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN MEREBUT ASET MASYARAKAT

Krisis kapitalisme sekarang jauh lebih “dahsyat” dibanding krisis tahun 1930-an. Krisis ini tidak semata krisis sektor finansial. Dimensi keuangan hanyalah “gunung es” dari krisis inheren yang sudah lama mengendap di dalam sistem kapitalisme itu sendiri. Krisis ini merupakan krisis bermuasal dari problem akumulasi dan reproduksi kapital dalam ekonomi nyata (real).

Dalam beberapa puluh tahun terakhir, kapitalisme telah mencapai tingkat sentralisasi kapital yang tak bisa dibandingkan dengan era-era sebelumnya. Ini ditandai oleh berkuasanya 500-an oligopoli yang mengontrol setiap produksi dan organisasi pertukaran di seluruh dunia. Ada dua gejala dominan di sini: (1) kapital finansial menjadi penggerak utama ekonomi global, dan (2) krisis kelebihan produksi dalam ekonomi real.

Para oligopoli ini memegang kekuasaan luar biasa, baik secara ekonomi maupun politik di hampir seluruh dunia. Mereka pula yang berkontribusi menggeser perekonomian dunia dari ekonomi nyata menjadi finansialisasi. Cara ini sangat menguntungkan bagi para oligopoli tersebut.

Masalahnya, finansialisasi tidak menciptakan nilai baru. Ia hanya bermain-main pada modus spekulasi. Hanya industri, pertanian, perbankan, perdagangan dan jasa yang menciptakan nilai baru. Inilah yang menjelaskan mengapa ekonomi global selalu berhadapan dengan “gelembung”. Ini pula yang menjelaskan pecahnya gelembung kredit perumahan di Amerika Serikat.

Namun, di balik krisis finansial ini, terjadi pula krisis yang jauh lebih parah di sektor real: jatuhnya upah, bertambahnya pengangguran, peningkatan utang rumah tangga, dan lain-lain. Dunia pun jatuh dalam krisis mendalam: bank kolaps, pemerintah menggunakan dana publik untuk membailout bank-bank, rakyat kehilangan pekerjaan, anggaran layanan sosial dipangkas, harga pangan dan sembako meroket, lalu letupan sosial di berbagai tempat.

Respon Terhadap Krisis

Krisis ini makin mendalam dan meluas. Krisis sekarang tak sebatas hanya satu dimensi—misalnya, finansial saja—tetapi berdimensi luas (krisis sektor real, krisis pangan, ekologi, dan lain-lain). Geografi krisis juga makin meluas: krisis sudah mengamuk di sejumlah negara di Eropa (Yunani, Portugal, Italia, Spanyol, dan lain-lain).

Merespon laju krisis yang terus menderu-deru bak lokomotif, pemerintah negara kapitalis maju berada di dua pilihan: stimulus atau penghematan. Yang kedua ini yang paling banyak diadopsi—atas anjuran troika (IMF, Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa).

Dampak Krisis

Kebijakan penghematan telah memicu perlawanan rakyat di seluruh Eropa—Perancis, Italia, Inggris, Yunani, Spanyol, Portugal, dan lain-lain. Di Spanyol, muncul gerakan yang disebut “kaum amarah” (Los Indignados). Di Amerika Serikat muncul gerakan “Duduki Wall Street (Occupy Wall Street) yang segera menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Selain itu, kebijakan penghematan juga telah memicu perubahan politik di Eropa. Setidaknya sudah ada 11 pemerintahan yang terguling atau gagal melanjutkan jabatannya karena tak sanggup menanggulangi krisis. Selain itu, kita juga menyaksikan perubahan politik sejumlah negara Eropa yang condong ke kiri-tengah. Di Perancis, kandidat dari partai kiri-tengah (Sosialis), François Hollande, memenangkan pemilu. Di Yunani, koalisi kiri radikal—Syriza—berhasil meraih tempat kedua dalam pemilu (padahal partai ini baru berdiri di tahun 2001 lalu).

Krisis telah membawa konsekuensi: di satu sisi, terjadi penurunan pengaruh dan hegemoni AS di tingkat global. Sedangkan, pada sisi lain, terjadi kebangkitan kekuatan ekonomi baru (Tiongkok, India, Brazil, Afrika Selatan, dan lain-lain). Fenomena ini mendorong pergeseran dunia dari tata-dunia unipolar menjadi sedikit multi-polar.

CONTOH KASUS

Dalam dunia yang sudah terglobalisasi dan terkoneksi satu sama lain, krisis yang menyerang suatu negara dengan sendirinya, baik langsung maupun tidak langsung, akan menyebrang dan mempengaruhi ekonomi negara lain.

Apalagi jika yang krisis adalah induk kapitalisme global, yaitu Amerika serikat dan Eropa, tentu akan membawa pengaruh di negara-negara lain di dunia. Pendek kata, ‘jika Amerika bersin, maka bukan cuma airnya yang terkena ke muka kita, tapi juga penyakit demamnya.’

Bagi Samsul Hadi, dampak krisis global yang sudah mulai terasa di Indonesia adalah turunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 5%. “Itu berarti ada penurunan transaksi, ada pelarian atau penarikan modal.

Hanya saja, sektor finansial ini, jika mengacu pada data Kompas, hanya dimasuki 311.000 pemain. Artinya, sektor ini tidak berhubungan langsung dengan rakyat jelata.

Di mata Samsul Hadi, ancaman nyata terhadap ekonomi nasional justru berasal dari dampak kerjasama FTA dengan China. “Sektor industri kehilangan 20% lapangan kerja, kapasitas produksi nasional menurun 25%,” ungkapnya.

Data Investor Daily, yang dikutip oleh Samsul Hadi, menyebutkan, hanya empat bulan setelah FTA dengan China diberlakukan, impor mainan anak-anak dari China meningkat 952%. Kemudian impor tekstil meningkat menjadi 225%. Ini berarti meningkatnya kehilangan pekerjaan atau pengangguran.

Dengan mengutip ekonom Belanda di masa lalu, Samsul Hadi menjelaskan soal dualisme ekonomi Indonesia: (1) ekonomi yang terkoneksi dengan kapitalisme global, dan (2) ekonomi rakyat yang subsisten.

Ini masih nampak sampai sekarang, seperti konfigurasi segelintir orang yang sangat kaya dan bermain di pasar finansial dan 75% rakyat Indonesia yang hidup di sektor informal. “Sektor informal ini sudah sangat terbiasa untuk cari cara sendiri untuk hidup,” tegasnya.

Dampak lainnya adalah turunnya ekspor Indonesia, khususnya untuk Amerika Serikat dan Eropa. Akan tetapi, jika bercermin kepada pengalaman krisis ekonomi 2008, dampaknya tidak terlalu terasa kepada rakyat banyak.

Penyebabnya: penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rakyat sebesar 57%. Artinya, kata Samsul Hadi, rakyat banyak tidak terlalu terkena dampak krisis ekonomi global 2008.

Itulah mengapa, dalam derajat tertentu, krisis kapitalisme global tidak serta-merta membawa dampak seketika terhadap rakyat Indonesia.