KAPITA SELEKTA (5) Komunikasi dan Interaksi Sosial, interaksi adalah pola hubungan timbal balik dalam masyarakat.

Asimilasi (pembauran) adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
Hasil dari proses asimilasi yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok, atau bisa juga batas-batas antarkelompok. Selanjutnya, individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut:
• Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda
• Terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama
• Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri

Sejarah mencatat perbedaan warna kulit telah membuat perpisahan dan perbedaan antar umat manusia sejak masa yang sangat lama. Prasangka-prasangka suku maupun ras telah begitu mendunia bagaikan penyakit menular yang sangat berbahaya, bahkan sampai hari ini. Perbedaan kulit antara hitam dan putih pernah membuat Amerika Serikat hancur dalam perang saudara berkepanjangan pada beberapa abad yang silam. Konflik-konflik antar suku di Indonesia masih seringkali kita lihat seperti di Kalimantan beberapa tahun lalu.

Perspektif Sosial – Budaya
Kita patut bersyukur memiliki Allah yang penilaiannya tidak berdasarkan apa yang kelihatan saja, namun lebih melihat pada hati manusia itu sendiri dan tidak pernah membedakan orang. Allah yang telah menciptakan segala sesuatu, termasuk perbedaan suku, bangsa, maupun warna kulit. Kita semua berasal dari pria dan wanita yang pertama, yaitu Adam dan Hawa.
Alkitab mencatat setelah banjir besar yang melanda seluruh Bumi, hanya Nuh dan keluarganya yang selamat dari banjir tersebut. Ketiga anaknya, Sem, Ham dan Yafet bersama istri mereka kemudian menjadi nenek moyang manusia modern sekarang ini. Dari merekalah, bangsa-bangsa kemudian terbentuk sampai ke ujung-ujung bumi. Faktor geografis dan alam menjadi salah satu faktor yang menentukan perbedaan warna kulit. Suku-suku bangsa yang tinggal di benua Afrika yang panas dan tandus cenderung berkulit hitam, sementara suku-suku bangsa yang mendiami wilayah sub tropis yang dingin dan jarang terkena panas matahari, kulitnya cenderung putih.
Terpencarnya manusia dalam beragam wilayah, telah membuat mereka mengembangkan sistem budaya secara tersendiri. Setiap masyarakat suku bangsa memiliki budaya yang berbeda dengan suku lainnya. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Biasanya budaya yang berbeda-beda inilah yang menjadi faktor kunci dalam perkawinan antar suku. Penerimaan terhadap budaya suku lain akan membuat seseorang berpeluang besar diterima oleh keluarga besar calon pasangannya. Mereka akan merasa bahwa budayanya diterima dan dihargai. Hal sebaliknya dapat terjadi, yaitu apabila seseorang resisten dan menolak budaya calon pasangannya. Sebagai contoh,apabila seseorang hendak menikah dengan pasangan yang berasal dari suku Jawa, maka sangat besar harapan dari keluarga pasangannya itu bahwa perkawinan akan dilaksanakan menurut budaya mereka.
Beberapa orang berpandangan bahwa perkawinan antar ras sesungguhnya telah dilarang Allah. Mereka mengatakan bahwa perkawinan antara Israel dengan orang asing (beda kultur maupun warna kulit) dilarang dalam kitab Perjanjian Lama. Pandangan yang bersifat rasis ini tidaklah Alkitabiah. Memang Alkitab melarang anak-anak Israel kawin dengan bangsa-bangsa asing, namun larangan itu bukan karena alasan suku maupun kulit, tetapi lebih karena Israel adalah orang percaya, sementara bangsa-bangsa asing tersebut merupakan penyembah-penyembah berhala atau orang yang tidak percaya.

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Bagaimana “Pembauran” bisa terjadi ? Apa keuntungan dan kerugian adanya pernikahan silang antar suku atau antar bangsa? Sekarang kita ada di kota besar seperti kota Jakarta, dimana segala suku bangsa ada di dalamnya, membaur dalam satu komunitas yang memiliki arah dan tujuan yang sama. Misalnya situasi kelas perkuliahan kita saat ini, dimana terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, namun bisa belajar bersama tanpa menonjolkan etnic masing-masing. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.

Bobot 30

Komentar anda minimal 500 kata

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s